profil imam masjid besar

Peran dan fungsi imam masjid yang sedemikian strategis dengan tugas-tugasnya
yang amat penting membuat seorang imam harus memenuhi profil ideal. Tapi karena
imam masjid kita umumnya baru sebatas bisa memimpin shalat berjamaah, maka
tugas imampun baru sebatas itu. Kedudukannyapun akhirnya berada di bawah
pengurus masjid, bahkan tidak sedikit yang hanya menjadi pegawai masjid yang
sewaktu-waktu bisa diberhentikan oleh pengurus masjid. Oleh karena itu, ada
beberapa sifat yang harus dimiliki oleh imam masjid.

1. RABBANI
Melaksanakan tugas-tugas imam merupakan upaya mewujudkan masyarakat yang
rabbani, yakni masyarakat yang sikap dan perilakunya disesuaikan dengan
nilai-nilai yang datang dari Allah sebagai rabb (tuhan). Harapan Allah agar
manusia menjadi orang yang rabbani tergambar dalam firman-Nya yang artinya:

Tidak wajar bagi manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan
kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi
penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah,” Akan tetapi (dia berkata):
“Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al
Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya” (QS 3:79).
Karena itu, nilai-nilai yang rabbani harus terlebih dahulu terwujud dalam diri
seorang imam agar tidak terjadi kontradiksi antara pelaksanaan tugas yang
dilakukan dengan sikap dan perilakunya sehari-hari, karena hal itu justeru akan
mendatangkan kemurkaan dari Allah Swt, Allah berfirman yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu katakan apa yang tidak kamu
kerjakan, amat besar kemurkaan di sisi Allah.kepada orang yang mengatakan apa
yang tidak dikerjakannya (QS 61:2-3).
2. IKHLAS
Dalam setiap amal, keikhlasan merupakan modal penting. Sebanyak dan sebesar
apapun amal seseorang bila tanpa keikhlasan tidak ada nilai apa-apanya di sisi
Allah Swt. Dengan keikhlasan, tugas-tugas yang berat akan terasa menjadi
ringan, sementara tanpa itu, jangankan yang berat, yang ringan saja terasa
menjadi berat. Bila fungsi imam hendak diwujudkan secara ideal, maka tugas imam
menjadi terasa berat dan keikhlasan menjadi amat penting. Disamping itu,
keikhlasan juga membuat seorang imam tidak bermaksud memperoleh keuntungan
materi meskipun mungkin saja dia mendapatkan imbalan materi dengan sebab
waktunya yang habis digunakan untuk kepentingan masjid sehingga dia tidak
sempat lagi mencari kehidupan duniawi. Allah Swt berfirman yang artinya:

Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan
ketaatan kepadanya dalam (menjalankan) agama dengan lurus (QS 98:5)
3. SHABAR
Keshabaran yang merupakan wujud dari menahan diri dari sikap dan perilaku
emosional merupakan sesuatu yang amat diperlukan oleh seorang imam, apalagi
tugas imam dalam menghadapi jamaah yang banyak dengan sikap dan perilaku yang
beragam. Keshabaran Rasulullah Saw sebagai imam masjid membuat orang badui yang
kencing di dalam masjid tidak dimarahinya secara emosional, karena memang orang
itu tidak mengerti aturan, tapi justeru beliau mengarahkan di mana seharusnya
seseorang membuang kotoran di lingkungan masjid itu. Begitu juga dengan
sikapnya yang tetap lemah lembut dalam menghadapi anak-anak meskipun mereka
agak “mengganggu” ketenangan beribadah, karena mereka harus menjadi orang yang
senang berada di masjid untuk melaksanakan kegiatan yang positif. Allah Swt
berfirman yang artinya:

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah
ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu (QS
3:159).
4. ADIL DAN BIJAKSANA
Tidak sedikit masjid yang menjadi lahan rebutan bagi kelompok-kelompok tertentu
dalam masyarakat atau jamaahnya untuk menguasai guna mengembangkan pendapat dan
pahamnya masing-masing, disamping itu terjadi juga konflik antara yang tua
dengan yang muda, bahkan konflik kepentingan politik. Karena itu, imam harus
bertindak adil dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan kelompok dan berbagai
kepentingan sehingga bisa mengarahkan masjid pada fungsi yang sebenar-benarnya
yang salah satunya adalah sebagai pusat untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah,
dari sini diharapkan terwujud sikap saling hormat menghormati dan menghargai
perbedaan pendapat.
Selama jamaah memiliki maksud baik, dilakukan dengan cara-cara yang baik, maka
seorang imam selalu berusaha menjembatani hubungan antar kelompok-kelompok
dalam masyarakat, hal ini karena memecah-belah umat melalui masjid merupakan
cara-cara yang dilakukan oleh orang-orang munafik, Allah Swt berfirman yang
artinya: Dan (diantara orang-orang munafik itu) ada orang yang mendirikan
masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mu’min) dan karena
kekafiran (nya), dan untuk memecah-belah antara orang-orang mu’min serta
menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak
dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah:

“Kami tidak menghendaki selain kebaikan”. Dan Allah menjadi saksi bahwa
sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya)” (QS 9:107).
5. JUJUR
Salah satu pilar penting yang harus tegak dalam kehidupan masyarakat Islam
adalah kejujuran. Namun hal ini harus kita sadari sebagai sesuatu yang tidak
terwujud dengan sendirinya, diperlukan proses yang sungguh-sungguh, karena itu
imam masjid sangat dituntut untuk memiliki sifat jujur. Apabila seorang imam
telah memiliki sifat jujur, maka apa yang menjadi pesan dan programnya
diwujudkan juga dalam kehidupannya sehari-hari.
6. BERILMU
Dalam mengurus apapun, ilmu yang banyak dan wawasan yang luas amat diperlukan,
apalagi dalam kapasitas sebagain imam yang harus memimpin dan membimbing
masyarakat. Ilmu keislaman merupakan sesuatu yang mutlak untuk dipahami dan
dikuasai dengan baik sehingga seorang imam tidak bingung dalam menyikapi,
menanggapi dan menjawab masalah-masalah yang terkait dengan bidang keagamaan
atau keislaman. Wawasan kontemporer atau masalah kekinian yang berkembang juga
amat perlu untuk dipahami oleh seorang imam, karena dengan demikian, persoalan
yang berkembang itu bisa disikapi tanpa harus melanggar nilai-nilai Islam
bahkan justeru nilai-nilai Islam bisa memberi arah yang positif. Keharusan
memiliki ilmu yang banyak dan wawasan yang luas juga adalah karena seorang imam
tidak boleh sembarangan bertindak karena akan dimintai pertanggungjawaban
dihadapan Allah Swt kelak, Allah Swt berfirman yang artinya:

Dan Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan
diminta pertanggungan jawabnya (QS 17:36)
7. MENGUASAI KONSEP MANAJEMEN MASJID
Terwujudnya masjid yang makmur dan ideal merupakan tanggung jawab umat Islam
secara bersama-sama, baik pengurus, imam maupun jamaah secara keseluruhan. Imam
masjid punya peran yang sangat penting dalam upaya ini, karena itu, imam masjid
seharusnya memahami dan menguasai konsep manajemen masjid sehingga dengan
demikian ia bisa mengarahkan langkah pemakmuran masjid sebagaimana mestinya.
Tanpa pemahaman terhadap konsep manajemen masjid akan membuat seorang imam
tidak bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, dia tidak mengarahkan
jamaah apalagi mengarahkan pengurus masjid dalam upaya memaksimalkan fungsi
masjid. Keharusan seorang imam memahami konsep manajemen masjid bisa kita rujuk
pada firman Allah pada surat 17:36 di atas.
8. MEMAHAMI JIWA JAMAAH
Imam masjid idealnya memahami jiwa jamaahnya yang beragam, baik beragam dari
segi suku, paham keagamaan, latar belakang pendidikan, jenis kelamin,
pekerjaan, usia dan sebagainya. Memahami jiwa jamaah ini akan membuat seorang
imam bersikap dan bertindak yang bijaksana sehingga jamaahnya tetap mau aktif
di masjid dalam upaya memakmurkannya, bukan malah menjauh dari masjid yang
membuat masjidnya menjadi tidak makmur. Ketika Rasulullah Saw didatangi oleh
seorang pemuda yang meminta dibolehkan melakukan perzinahan, para sahabat
sangat marah pada pemuda itu, tapi Rasulullah Saw mencegah kemarahan sahabat
agar tidak sampai pada tindakan yang bersifat fisik. Rasulullah justeru
bertanya kepada pitu: “Bagaimana perasaanmu bila ibu atau saudara perempuanmu
dizinahi orang lain?”. Maka pemuda itupun menunjukkan ketidaksukaannya.
Rasulullah kemudian bersabda: “Begitu pula halnya dengan saudara laki-laki atau
bapak dari wanita yang akan engkau zinahi, dia tentu akan
marah kepadamu”.
9. TANGGAP
Imam masjid juga sangat dituntut untuk bersikap tanggap terhadap berbagai
persoalan dan kejadian, baik di masjid maupun di lingkungan jamaahnya. Kalau
mendengar apalagi mengetahui ada jamaah yang sakit atau menderita, maka imam
masjid tanggap untuk menggerakkan pengurus dan jamaah guna memberikan
pertolongan. Ketika ada jamaah yang nampak punya persoalan yang harus dibantu
pemecahannya, maka imam masjid tanggap untuk melakukan pemecahan masalah jamaah
masjid dan begitulah seterusnya. Rasulullah Saw memang sangat tanggap dalam
menyikapi persoalan-persoalan jamaahnya.
10. SEJUK DAN BERWIBAWA
Dalam kehidupan masyarakat kita sekarang, sangat dibutuhkan adanya pemimpin dan
pengayom masyarakat yang sejuk pembawaannya sehingga masyarakat memiliki
kedekatan hubungan tanpa mengabaikan kewibawaan. Imam masjid idealnya memiliki
sifat ini sehingga pendapat, kata-kata dan kebijakannya dipatuhi oleh jamaah
karena mengandung nilai-nilai yang benar, bukan karena takut kepada pemimpin.
Imam masjid memiliki kewibawaan karena kebenaran dan keshalehannya.
Sebagai seorang imam masjid, apa yang menjadi fatwa dari Rasulullah Saw selalu
didengar dan dipatuhi. Ketika seorang sahabat Abdullah bin Ummi Maktum yang
buta matanya minta keringanan agar dimaklumi atau dibolehkan untuk shalat di
rumah, maka Rasulullah Saw menanyakan kepadanya : “apakah engkau mendengar
azan?”. Karena jawabannya “ya”, maka Rasulullah tetap menekankan kepadanya
untuk datang ke masjid guna menunaikan shalat berjamaah, dan Abdullah-pun terus
mendatangi masjid guna pelaksanaan shalat berjamaah.
Demikian secara umum profil imam masjid yang perlu ditumbuhkan dan diperkokoh
agar kelak imam-imam masjid kita menjadi imam yang ideal. Manakala kualitas
imam tidak ditingkatkan, maka peran yang bisa dilaksanakannyapun akhirnya hanya
sebatas memimpin shalat berjamaah. Baca lebih lanjut

Iklan

5 jenis diet terlarang

1. Diet selektif
Ini adalah jenis diet yang hanya memberikan lampu hijau kepada jenis makanan yang terbatas, serta sama sekali melarang satu kelompok makanan tertentu -biasanya jenis makanan berlemak dan bercita rasa manis. “Hati-hati terhadap jenis diet seperti ini. Pasalnya, sebenarnya kita membutuhkan banyak jenis zat gizi yang bisa diperoleh dengan cara mengkonsumsi jenis makanan yang bervariasi,” ujar pakar nutrisi sekaligus juru bicara ADA (American Diet Association), Andrea Giancoli, MPH, RD.

Kata David Katz, MD, penulis buku The Flavor Point Diet serta staf pengajar di Fakultas Kedokteran Harvard University, jenis diet ini tidak bisa dilakukan dalam jangka panjang. “Memang benar berat badan Anda bisa susut dengan hanya makan sup kubis. Tetapi, berapa lama Anda tahan hanya makan satu jenis makanan saja setiap hari? Cepat atau lambat, Anda akan bosan dan kembali mencari makanan favorit. Akibatnya, berat badan akan kembali melambung,” ujar Katz.

2. Diet detoks
Banyak pakar menyarankan untuk mewaspadai jenis diet detoks macam Master Cleanse Diet dan The Martha Vineyard Diet Detox. “Pokoknya, segala jenis diet dengan cara membersihkan organ dalam tubuh,” ujar Pamela Peeke, MD, ketua koresponden di bidang medis untuk Discovery Health Channel. Menurut Peeke, segala upaya membersihkan kotoran dari dalam tubuh ini sebenarnya tidak kita perlukan dan kurang dapat dipertanggungjawabkan secara klinis.

Tubuh sebenarnya telah dilengkapi dengan “perangkat pembersih” yang berperan menyingkirkan racun. Jadi, Anda tak perlu lagi melakukan usaha pembersihan ekstra. Kalaupun diet ini mendatangkan hasil pada awalnya, bisa jadi karena Anda mengurangi porsi makanan berkalori tinggi dan menggantikannya dengan sayur serta buah-buahan.

3. Diet “ramuan ajaib”
Ini adalah jenis diet yang menyatakan bahwa dengan mengonsumsi satu jenis makanan tertentu -entah itu berupa suplemen, teh hijau, atau cuka apel, Anda bisa mengurangi berat badan secara drastis. Hingga sejauh ini, tak ada satu ramuan ajaib pun di dunia ini yang mampu memberikan hasil seperti yang diimpikan banyak orang tersebut. “Hadapi sajalah, supaya bisa langsing, Anda memang mesti mengeluarkan keringat dengan berolahraga dan menahan diri untuk tidak makan berlebihan,” ujar Dr. Peeke. Makanya, ia menganjurkan Anda untuk berhati-hati sebelum tergiur mengikuti pola diet yang berpromosi bahwa jenis makanan atau obat tertentu mampu menyulap tubuh gempal menjadi singset.

4. Puasa berdalih diet
Skinny Vegan Diet, Hollywood Diet, dan Master Cleanse, contoh pola diet yang berpantang makan yang mengandung kalori. Sebenarnya, berpuasa adalah tradisi spiritual dan budaya yang sudah dijalankan selama berabad-abad. Hanya saja, puasa dengan tujuan penurunan berat badan malah bisa berakibat kontraproduktif.

Ketika mengonsumsi sedikit kalori, tubuh akan berpikir bahwa Anda sedang lapar, sehingga menyesuaikan ritme metabolismenya. Sayangnya, pada saat Anda kembali makan secara normal, metabolisme tubuh tidak menyesuaikan diri lagi. Ditambah lagi berat badan yang turun ketika puasa adalah kombinasi dari lemak, cairan, dan otot. Tetapi, ketika berat badan naik lagi, itu biasanya disebabkan bertambahnya jumlah lemak.

5. Diet yang menyalahi aturan kesehatan
Contoh diet ini di antaranya mengharuskan Anda minum air putih selama beberapa hari berturut-turut. Atau justru diet yang tidak mengizinkan Anda minum banyak air putih, dengan alasan supaya tubuh tidak bengkak. Begitu pula dengan jenis diet yang hanya membolehkan Anda minum jeruk nipis untuk meluruhkan lemak. Jika sejak awal sudah menemukan kejanggalan dalam aturan mainnya, Dr Katz menyarankan Anda untuk segera berpaling dan mencari pola diet lain yang lebih masuk akal. Lagi pula, Anda tak ingin perut melilit gara-gara kebanyakan minum jeruk nipis, kan?

4 bahasa dengan penulisan tersulit di dunia

1. Bahasa Mandarin:
Bahasa Mandarin (Tradisional: 北方話, Sederhana: 北方话, Hanyu Pinyin: Běifānghuà, harafiah: “bahasa percakapan Utara” atau 北方方言 Hanyu Pinyin: Běifāng Fāngyán, harafiah: “dialek Utara”) adalah dialek Bahasa Tionghoa yang dituturkan di sepanjang utara dan barat daya Republik Rakyat Cina. Kata “Mandarin”, dalam bahasa Inggris (dan mungkin juga Indonesia), digunakan untuk menerjemahkan beberapa istilah Cina yang berbeda yang merujuk kepada kategori-kategori bahasa Cina lisan.
Dalam pengertian yang sempit, Mandarin berarti Putonghua 普通话 dan Guoyu 國語 yang merupakan dua bahasa standar yang hampir sama yang didasarkan pada bahasa lisan Beifanghua* (lihat di bawah). Putonghua adalah bahasa resmi Cina dan Guoyu adalah bahasa resmi Taiwan. Putonghua – yang biasanya malah dipanggil Huayu – juga adalah salah satu dari empat bahasa resmi Singapura.

Dalam pengertian yang luas, Mandarin berarti Beifanghua (secara harafiah berarti “bahasa percakapan Utara”), yang merupakan sebuah kategori yang luas yang mencakup beragam jenis dialek percakapan yang digunakan sebagai bahasa lokal di sebagian besar bagian utara dan barat daya Cina, dan menjadi dasar bagi Putonghua dan Guoyu. Beifanghua mempunyai lebih banyak penutur daripada bahasa apapun yang lainnya dan terdiri dari banyak jenis termasuk versi-versi yang sama sekali tidak dapat dimengerti.
Seperti ragam-ragam bahasa Cina lainnya, ada banyak orang yang berpendapat bahwa bahasa Mandarin itu merupakan semacam dialek, bukan bahasa.
Contoh huruf mandarin:您好嗎 (apa kabar)

2. Bahasa Korea:
Bahasa Korea (한국어/한국말) adalah bahasa yang paling luas digunakan di Korea, dan merupakan bahasa resmi Korea Selatan dan Korea Utara. Bahasa ini juga dituturkan secara luas di Yanbian di Cina timur laut. Secara keseluruhan terdapat sekitar 78 juta penutur bahasa Korea di seluruh dunia termasuk kelompok-kelompok besar di Uni Soviet, AS, Kanada dan Jepang. Klasifikasi resmi bahasa Korea masih belum disetujui secara universal, namun dianggap oleh banyak orang sebagai bahasa isolat. Beberapa ahli bahasa memasukkannya ke dalam kelompok bahasa Altaik. Bahasa Korea juga banyak mirip dengan bahasa Jepang yang status kekerabatannya juga kurang jelas.
Sistem penulisan bahasa Korea yang asli — disebut Hangul — merupakan sistem yang silabik dan fonetik. Aksara-aksara Sino-Korea (Hanja) juga digunakan untuk menulis bahasa Korea. Walaupun kata-kata yang paling umum digunakan merupakan Hangul, lebih dari 70% kosakata bahasa Korea terdiri dari kata-kata yang dibentuk dari Hanja atau diambil dari bahasa Mandarin.
Contoh Huruf Korea : 어떻게 지내세요 (apa kabar)

3. Bahasa Arab:
Bahasa Arab (اللغة العربية al-lughah al-‘Arabīyyah), atau secara mudahnya Arab (عربي ‘Arabī), adalah sebuah bahasa Semitik yang muncul dari daerah yang sekarang termasuk wilayah Arab Saudi. Bahasa ini adalah sebuah bahasa yang terbesar dari segi jumlah penutur dalam keluarga bahasa Semitik. Bahasa ini berkerabat dekat dengan bahasa Ibrani dan bahasa Aram. Bahasa Arab Modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub-bahasa dalam ISO 639-3. Bahasa-bahasa ini dituturkan di seluruh Dunia Arab, sedangkan Bahasa Arab Baku diketahui di seluruh Dunia Islam.
Bahasa Arab Modern berasal dari Bahasa Arab Klasik yang telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa liturgi Islam sejak lebih kurang abad ke-6. Abjad Arab ditulis dari kanan ke kiri.
Bahasa Arab telah memberi banyak kosakata kepada bahasa lain dari dunia Islam, sama seperti peranan Latin kepada kebanyakan bahasa Eropa. Semasa Abad Pertengahan bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya, terutamanya dalam sains, matematik adan filsafah, yang menyebabkan banyak bahasa Eropa turut meminjam banyak kosakata dari bahasa Arab.
Contoh huruf Arab : كيف حالك (apa kabar)

4. Bahasa Jepang:
Bahasa Jepang (日本語; romaji: Nihongo) merupakan bahasa resmi di Jepang dan jumlah penutur 127 juta jiwa.
Bahasa Jepang juga digunakan oleh sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkannya seperti Korea dan Republik Cina. Ia juga dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan Hawaii) dan Brasil akibat emigrasi orang Jepang ke sana. Namun keturunan mereka yang disebut nisei (二世, generasi kedua), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.
Bahasa Jepang terbagi kepada dua bentuk yaitu Hyoujungo (標準語), pertuturan standar, dan Kyoutsugo (共通語), pertuturan umum. Hyoujungo adalah bentuk yang diajarkan di sekolah dan digunakan di televisi dan segala perhubungan resmi.
Contoh Huruf Jepang : お元気ですか (apa kabar)